Salah Bantal Penyebab Nyeri Leher? Apakah Benar?

Pernahkan kalian merasakan nyeri pada leher dan tidak bisa menoleh ketika bangun tidur? Mungkin sebelumnya kita mengganggap itu hanya nyeri biasa. Ternyata lama-kelamaan apabila dibiarkan bisa membuat aktivitas kalian terganggu.

Pemakaian bantal saat tidur terkadang disepelekan oleh masyarakat umum, tetapi nyatanya pemakaian bantal yang salah dapat menimbulkan nyeri leher. Lalu bagaimana pemakaian yang benar? Bantal yang terlalu tinggi dapat menyebabkan nyeri leher dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari (Qolbi et al., 2021). Sakit leher yang diakibatkan oleh salah bantal disebabkan karena bantal yang terlalu tinggi otomatis leher akan terus menekuk sehingga menyebabkan ketegangan pada otot-otot leher dan akan menimbulkan neck pain atau nyeri leher (Vertianti et al., 2022).

Neck Pain yang biasa disebut nyeri leher merupakan nyeri yang dialami dari puncak kepala (occiput) sampai bagian atas punggung dan menjalar ke atas tulang belikat (scapula) (Yustianti et al., 2019). Umumnya neck pain terjadi dikarenakan beban kerja yang berat sehingga otot leher akan berkontraksi secara isometric yang menyebabkan pembuluh darah menyempit yang mengakibatkan kerusakan jaringan otot yang menimbulkan neck pain. Nyeri leher menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat di dunia. Prevalensi kejadian nyeri leher sekitar 75,1% dari populasi dunia. Negara Indonesia prevalensi neck pain diperkirakan sebesar 16,6% orang dewasa mengeluh rasa tidak nyaman di leher dan sebanyak 0,6% akan berlanjut menjadi nyeri leher yang berat (Nadhifah et al., 2019).

Gejala yang dirasakan akibat salah bantal pada saat tidur  berupa ketegangan otot pada leher yang mengakibatkan adanya keterbatasan gerak leher, nyeri pada otot-otot leher, dan sakit kepala. Dampak umum yang disebabkan neck pain ini yaitu fungsi sosial dan kesehatan dikarenakan menyebabkan keterbatasan melakukan aktivitas sehari-hari dan mengakibatkan berkurangnya kualitas hidup. Nyeri leher juga berdampak pada masalah tidur seseorang, penurunan kualitas hidup, terbatasnya gerakan leher, dan stress (Henriette, 2020).

Selain kebiasaan memakai bantal yang terlalu tinggi, banyak faktor lain yang dapat menimbulkan neck pain. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi neck pain yang harus kalian ketahui seperti, lingkungan pekerjaan, cedera, usia, jenis kelamin, dan juga sikap kerja. Sikap kerja yang baik sangat penting untuk mengurangi terjadinya neck pain dan kelainan musculoskeletal lainnya (As-Syifa et al., 2020)

Solusi yang bisa dilakukan apabila mengalami neck pain adalah

  1. Stretching

Stretching yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada leher yaitu dilakukan pada otot upper trapezius agar mengurangi kekakuan pada otot tersebut. Stretching ini dapat dilakukan pada saat bekerja dan dimana saja. Peregangan otot leher ini bisa dilakukan secara berkala kurang lebih 1-2 jam dan ditahan selama 8-10 detik.

  • Cervical Traction

Intervensi ini biasa dilakukan oleh fisioterapis dengan menarik sedikit leher pasien kea rah longitudinal. Cervical traction ini biasa dilakukan dua sampai tiga kali per minggu (Ase & Garg, 2019).

  • Mulligan Mobilization

Salah satu Teknik mulligan mobilization yang dapat diterapkan oleh fisioterapis pada kasus neck pain yaitu Sustained Natural Apophyseal Glides (SNAGs). Teknik ini bisa mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan lingkup gerak sendi.

  • Obat

Konsumsi obat pereda nyeri apat dilakukan apabila nyeri yang timbul adalah nyeri hebat. Pengonsumsian obat-obatan harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan terkait dosisnya agar tidak overdosis.

  • Kompres Ice

Kompres es pada bagian yang nyeri dapat menurunkan aliran darah dan mengurangi metabolisme jaringan.  Pengompresan dengan es batu dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada leher dan teknik ini yang paling mudah digunakan. Pengompresan es batu bisa menggunakan es batu yang dibungkus oleh kain dan juga bisa menggunakan ice pack.

  • Massage

Massage dapat meredakan rasa nyeri pada kondisi ini dan juga dapat meningkatkan ROM pada leher agar dapat mengembalikan fungsi leher seperti semula. Massage dapat melancarkan sikulasi darah dan membantu merilekskan otot-otot.

SUMBER:

Ase, C., & Garg, P. (2019). Home Care Neck Traction For A Patient With Neck Pain And Cervical Radiculopathy Symptoms : A Case Report. Journal Of Chiropractic Medicine, 18(2), 127–130. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jcm.2018.11.0 06

As-Syifa, M.R., Hutasoit, M.R., Kareri .G.R.D. (2020). HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA TERHADAP KEJADIAN NECK PAIN PADA PENJAHIT DI DAERAH KUANINO KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal.

Henriette, J. (2020). Risk Factors For Neck Pain In Young Adults – A Systematic Review And Meta-Analysis. BMC Musculoskeletal Disorders, 21, 366.

Nadhifah, N., Irianto, I., & Ahsaniyah, A. B. (2019). Analysis Risk Factors For Neck Pain Complaints In Production Workers At Pt Maruki International Indonesia. Nusantara Medical Science Journal, 4(1).

Ningtyas, E., laksmita, Y. D. (2022). GAMBARAN KEJADIAN NECK PAIN PADA MAHASISWA FISIOTERAPI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA.

Santoso, I., Karnadipa, T., Noviana, M., Sukinah, U. (2022). EFEKTIVITAS SUSTAINED NATURAL APOPHYSEAL GLIDES (SNAGS) TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS NYERI LEHER. Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia, 1(2).   

Qolbi, A. P. G., Saputra, W. A. (2021). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MASSAGE DAN TERAPI LATIHAN PADA CERVICAL SYNDROME YANG DISEBABKAN SPONDYLOSIS, 1(1)

Vetianti, A., Wijayanto., Pristianto, A. (2022). Program Fisioterapi Untuk Mengatasi Keluhan Pada Cervical Root Syndrome: Studi Kasus, 4(1).

Yustianti, Y. T., & Pusparini, P. (2019). Hubungan Intensitas Pemakaian Gawai Dengan Neck Pain Pada Usia 15-20 Tahun. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 2(2), 71–76

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *