Ayo Kendalikan Polimialgia Reumatika dengan TOS!

Gangguan otot mungkin menjadi masalah yang cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan otot biasanya dapat berupa rasa nyeri hebat, kekakuan, atau penurunan fungsi otot pada area tertentu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat berbagai jenis gangguan otot, salah satu contoh kasus gangguan otot yang cukup sering ditemui yaitu polimialgia reumatika.

Polimialgia reumatika adalah peradangan otot yang menimbulkan rasa nyeri dan kekakuan otot pada bagian tubuh tertentu khususnya pada bahu, leher, lengan atas, bokong, panggul, dan paha. Biasanya nyeri yang timbul pada penyakit ini juga dapat semakin memburuk di pagi hari. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar menyebutkan bahwa polimialgia reumatika merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan timbulnya peradangan pada otot-otot tersebut. Penyakit autoimun sendiri merupakan kondisi atau gangguan akibat sistem imun pada seseorang yang berlebih sehingga sel imun yang berlebih tersebut beralih menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Meskipun polimialgi reumatika dapat terjadi pada setiap orang di seluruh dunia, namun insiden tertinggi penyakit ini dapat ditemui di negara-negara Skandinavia dan juga pada orang-orang keturunan Eropa Utara. Untuk tingkat kejadian terendahnya terjadi di negara-negara Eropa Selatan seperti Italia dan Spanyol.

Polimialgia reumatika paling umum didiagnosa pada orang di atas usia 50 tahun dan memiliki prevalensi sekitar 7 dalam 100 untuk orang dengan usia di atas 50 tahun serta 4 dalam 10.000 pada orang dewasa dengan usia di atas 60 tahun. Prevalensinya juga tergantung pada jenis kelamin dengan rasio perbandingan laki-laki dengan perempuan yang terkena dampak sebesar 1: 2.

Terdapat berbagai tanda dan gejala yang dapat dijadikan indikasi dari polimialgia reumatika ini. Secara umum, penderita polimialgia reumatika dapat merasakan beberapa gejala, seperti demam ringan, kelelahan, malaise,  kehilangan selera makan dan penurunan berat badan, serta depresi. 

Polimialgia reumatika juga dapat menimbulkan gejala yang terjadi di kedua sisi tubuh berupa gejala khusus, seperti rasa nyeri atau sakit pada bahu, leher, lengan atas, bokong, panggul, atau paha. Dapat pula diikuti dengan kekakuan pada daerah tersebut terutama di pagi hari atau ketika tubuh dalam keadaan pasif (kurang bergerak) dalam waktu yang lama, range of motion atau jangkauan gerak yang terbatas di area tersebut, serta dapat juga timbul rasa nyeri atau kaku di pergelangan tangan, siku, atau lutut.

Walaupun cukup sering ditemui, polimialgia reumatika tidak dapat disepelekan dan harus segera mendapat penanganan ketika sudah positif terdiagnosa. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan polimialgia reumatika. Langkah penanganan tersebut dapat dikenal dengan istilah TOS. TOS sendiri dapat meliputi beberapa hal sebagai berikut:

1. T untuk Terapi Fisik

Terapi fisik yang dapat dilakukan oleh fisioterapis dapat menjadi salah satu langkah untuk menangani penyakit ini, terutama untuk meringankan rasa nyeri dan kekakuan yang timbul akibat peradangan pada otot. Terapi fisik dapat juga berfungsi untuk mengurangi risiko gangguan fungsional dini dan kecacatan parah pada penderita polimialgia reumatika. Secara umum, pemberian kombinasi terapi olahraga dapat menjadi salah satu penanganannya. Namun, untuk intervensi Fisioterapi yang lebih itu perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi kepada pasien agar diketahui tingkat keparahan atau grade injury yang dialami pasien sehingga dapat ditentukan intervensi secara lebih tepat.

2. O untuk Obat – Obatan

Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat digunakan sebagai bentuk penanganan dari polimialgia reumatika. Jenis obat yang paling umum digunakan untuk kasus polimialgia reumatika adalah obat golongan kortikosteroid. Tentunya pada penggunaan obat-obatan perlu adanya persetujuan atau perlu mendapat anjuran langsung dari dokter yang ahli pada bidang ini.

3. S untuk suplemen Kalsium dan Vitamin D

Penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang seperti pada kasus ini yaitu obat golongan kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping, salah satunya osteoporosis. Untuk mengurangi timbulnya efek samping tersebut diperlukan sumplemen tambahan, yaitu sumplemen kalsium dan vitamin D untuk menghindarkan penderita polimialgia reumatika yang mengonsumsi kortikosteroid dari terkena osteoporosis.

Sumber:

Acharya, S. and Musa, R., 2020. Polymyalgia Rheumatica. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537274/> [Accessed 16 July 2020].

Mayo Clinic. n.d. Polymyalgia Rheumatica – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polymyalgia-rheumatica/symptoms-causes/syc-20376539> [Accessed 16 July 2020].

Physiopedia. 2019. Polymyalgia Rheumatica. [online] Available at: <https://www.physio-pedia.com/index.php?title=Polymyalgia_Rheumatica&oldid=217277> [Accessed 16 July 2020].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *